Limbah Tekstil

Posted by admin
Category:

Di Indonesia industri tekstil merupakan salah satu penghasil devisa Negara. Dalam melakukan kegiatannya industri besar maupun kecil membutuhkan banyak air dan bahan kimia yang digunakan, antara lain dalam proses pelenturan, pewarnaan dan pemutihan. Salah satu proses penting dalam produksi garmen adalah proses pencucian atau laundry yang dapat disebut juga sebagai proses akhir dalam produksi, yaitu dengan cara pelenturan warna asli dan pemberian warna baru yang diinginkan.

Limbah industri tekstil tergolong limbah cair dari proses pewarnaan yang merupakan senyawa kimia sintetis, mempunyai kekuatan pencemar yang kuat. Bahan pewarna tersebut telah terbukti mampu mencemari lingkungan. Zat warna tekstil merupakan semua zat warna yang mempunyai kemampuan untuk diserap oleh serat tekstil dan mudah dihilangkan warnaya dan gugus yang dapat mengadakan ikatan dengan serat tekstil.

Gabungan air limbah pabrik tekstil di Indonesia rata-rata mengandung 750 mg/l padatan tersuspensi dan 500 mg/l BOD. Perbandingan COD : BOD adalah dalam kisaran 1,5 : 1 sampai 3 : 1. Karena itu dibutuhkan desain instalasi pengolahan limbah secara spesifik dan efisien sehingga tidak mencemari lingkungan di sekitar pabrik. Tata Tirta Utama telah memiliki pengalaman menangani pengolahan limbah tekstil dengan hasil yang memuaskan, baik dari pihak manajemen perusahaan hingga efisiensi pengolahan dengan hasil akhir yang memenuhi baku mutu.

Leave a Reply